Lokasi wisata ini berjarak kira-kira 12 km dari kota Cirebon ke arah timur menuju Sindanglaut. Obyek wisata ini memiliki daya tarik dari kura-kura yang mempunyai ciri khusus di punggung yang cekung dengan nama latin ” Aquatic Tortose Ortilia norneensis.” Menyimpan legenda menarik tentang keberadaannya di desa belawa kecamatan Lemahabang. Menurut penelitian merupakan spesies kura-kura yang langka dan patut di lindungi keberadaannya.Keberadaan Kura Kura Belawa selama ini dilindungi oleh mitos yaitu barangsiapa yang membawa Kura Kura Belawa keluar dari Desa Belawa, maka akan mendapat musibah. Sedangkan untuk menjaga kelestarian Kura Kura Belawa, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati No. 522.51 Tahun 1993 Tentang Flora dan Fauna Khas Cirebon dan Peraturan Daerah No. 13 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung yang didalamnya menetapkan Desa Belawa sebagai kawasan Suaka Margasatwa. Dan berdasarkan SK Bupati tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, Dinas Pariwisata dan Taman Safari Indonesia untuk memfasilitasi usaha pelestarian Kura Kura Belawa, diantaranya: pembenahan dan pembuatan tembok keliling kolam pemeliharaan, mengadakan penelitian ilmiah tentang Kura Kura Belawa, studi banding untuk usaha penangkaran dan lain sebagainya.

Tidak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat Sumur Pamuruyan di dalam basa sunda Buhun muruy berarti melihat bayangan diri terutama wajah basa sunda ngeunteung (ngaca) .Pamuruyan berarti tempat muruy, melihat muka disamping keperluan cuci muka (sibeungeut) dsb. Setelah datang agama islam dipergunakan untuk mengambil air Wudlu dimana airnya dipercaya dapat mempermudah mendapatkan jodoh atau keperluan lainnya .

Batu Yang Tak Boleh Di injak Sebenarnya bukan batu yang keras tapi cadas yang bisa aus dimakan waktu. Mungkin dahulunya datar dan agak lebar dipakai untuk sholat ma’mum . Umumnya orang awam menggangap batu itu angker , siapa yang menginjak akan sakit , akan mendapat celaka dsb. Pada waktu sholat para alim ulama mengatakan bahwa dalam Takbiratul Ikhram Allah Akbar jiwa kita kita harus Mi’raz menghadap Illlahi sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wataala sholat Lima waktu . Diriwayatkan ketika Mi’raz dari masjidil Aqsa naik kelangit dihalamannya sada batu, batu itu merupakan landasan tangga dari langit yang disebut Suullam Jannah. Setelah Mi’raz Nabi Muhammad SAW batu tidak pernah (tidak Boleh) diinjak oleh manusia.

Jadi batu cadas di Cikuya mengingatkan kita pada batu yang ada di mesjid Aqsa di Palestina. Letak batu di Cikuya itu ada di sebelah selatan sumur pamuruyan dengan arah menghadap kiblat.Pada jaman Orde Baru Kepala Desa Suara (Alm) batu itu dikubur (letak yang sekarang ) dan pada waktu kepala desa Pak Djuhud tanah yang menutupi digali sehingga dapat dilihat.
Batu yang dekat dengan pohon Kilalayu.

Menurut legenda makam ” Nini Burintik” seorang nenek yang mengasuh Nyi Rambut Kasih . Cerita-cerita orang tua berbeda-beda ada yang mengatakan nyi rambut Kasih itu putri pajajaran, ada yang mengatakan putri Raja Japura ada pula yang mengatakan putri penguasa Cipeujeuh tentang kebenarannya ” Wallahu alam bisawab”. Obyek wisata ini di rencanakan untuk di kembangkan menjadi kawasan yang lebih lengkap Taman kura-kura ( Turle park ) atau taman reptilia. Sektor swasta dapat bekerjasama dengan pemerintah kabupaten untuk pengelolaan taman kura-kura tersebut.

Bagi anda yang belum pernah mengunjungi salah satu obyek wisata di Cirebon yang satu ini, jangan khawatir. NABA Rent Car siap mengantar anda ke situs obyek Wisata Penangkaran Kura-Kura Belawa. Hubungi customer service kami, dan kami akan memberikan pelayanan yang terbaik demi kenyamann, kepuasan dan keamanan anda.
NABA Rent Car, penyedia rental mobil murah cirebon, jasa sewa mobil terbaik, termurah dan paling aman di Kota Cirebon.

Sumber : @ranting tanpa jiwa (KOCI)