Seni lukis adalah seni yang seakan memiliki nyawa di dalam gambar yang diabadikan pada suatu elemen dan tak jarang dapat menyihir orang karena keindahannya. Seni lukis memiliki sejarah yang sangat panjang, dan muncul nama-nama besar seperti Van Gogh, Picasso, hinga pelikis wanita asal meksiko yang fenomenal yaituFrida kahlo. Dalam perjalanannnya seni lukis memunculkan ide-ide dan gaya baru dalam melukis, perkembangan ini melahirkan 13 aliran atau gaya dalam melukis, diantaranya aliran Klasik, Romantisme, Realisme,  Naturalisme, Impresionisme, Pointilisme, Ekspresionisme, Kubisme, Surealisme, Abstrak, Dekoratif, Dadanisme dan Optik.

Zaman semakin berkembang, terobosan baru banyak dilakukan dan ide baru banyak bermunculan tak terkecuali dalam dunia seni lukis, terobosan baru dilakukan dalam bidang ini yang biasanya menggunakan media kanvas, mulai berkembang dengan pemilihan kaca sebagai media lukis. Seni lukis kaca, sebuah terobosan kreatifitas yang lahir dan berkembang dibelahan dunia,  seperti hal nya yang pernah terjadi dalam catatan sejarah di Italia,China, Jepang, Iran, India dan termasuk di Indonesia. Sanento Yuliman seorang seniman yang lahir di Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 14 Juli 1941, pernah mencatat tentang tuanya sejarah seni lukis kaca di dunia, ia menuturkan bahwa lempengan kaca pertama ditemukan oleh orang Italia pada abad ke-14. Orang Italia ini pula yang menemukan cat untuk media kaca. Berkat temuan tersebut kemudian lahirlah karya-karya seni lukis kaca, yang berawal dari Italia kemudian menyebar ke berbagai negera pada masa itu. Sampai pada abad ke-17 lukisan kaca diperkirakan menyebar ke Iran, India, Cina, Jepang, dan kemudian ke Indonesia. Kenyataan sejarah inilah, yang menjadikan  harapan serta kekuatan bagi para pelukis kaca untuk tetap bertahan hidup dari keahlian mereka dalam membuat suatu karya seni yang diabadikan dalam media kaca.

Cirebon sendiri memiliki beberapa kebudayaan dan seni yang khas, kota ini memiliki lukisan kaca yang sebagian besar bentuk, corak dan gambarnya mengadopsi dan melestarikan muatan lokal daerah tersebut, seperti para tokoh wayang yang hidup abadi dalam cerita mahabarata atapun Ramayana, hingga batik mega mendung yang menjadi karakter kota Cirebon. Dalam perkembangan seni lukis, lukisan dengan media kaca ini mulai dikenal luas dikalangan masyarakat saat memasuki tahun 1970, dan kemudian sempat menjadi trend sebagai salah satu seni lukis yang diperhitungkan pada tahun 1980 -1990. Seorang pakar  lukisan kaca Cirebon Toto Sunu membuat kejutan  dengan membuat lukisan kaca dengan ukuran super besar dengan nuansa dekoratif yang lebih hidup. Dari gebrakan beliau lah yang kemudian membuat  lukisan kaca makin dikenal sebagai salah satu wajah serta ciri cinderamata  khas yang dimiliki oleh kota Cirebon.

 

Sumber: Cirebonmedia.com

Image By: Gallery Wayang Pitoyo