Desa Sade (Sasak Ende): Desa Adat Suku Asli Sasak di Lombok & Daya Tariknya

You are currently viewing Desa Sade (Sasak Ende): Desa Adat Suku Asli Sasak di Lombok & Daya Tariknya

Pesona Desa Sade (Sasak Ende)

Desa Sade Lombok, yang juga dikenal sebagai Sasak Ende, merupakan sebuah desa adat yang menjadi ikon wisata budaya di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Daya tarik utama dari desa ini adalah kehidupan tradisional Suku Sasak yang masih terjaga dengan baik. Sebagai pengunjung, Anda dapat melihat langsung arsitektur rumah tradisional dengan atap yang terbuat dari alang-alang, dan dinding yang terbuat dari campuran tanah liat dan jerami kering.

Selain itu, keahlian tenun yang menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Sade juga menjadi daya tarik tersendiri. Anda dapat menyaksikan langsung bagaimana para perempuan di desa ini dengan telaten dan sabar menenun kain dengan pola dan warna yang cantik. Jangan lewatkan juga untuk mencicipi kuliner khas Lombok yang lezat saat berkunjung ke Desa Sade. Dengan menawarkan pengalaman yang otentik dan berkesan, Desa Sade pasti akan membuat kunjungan Anda ke Lombok menjadi tak terlupakan.

Harga Tiket Masuk & Retribusi

Tiket

Tarif

 

HTM

Gratis – Rp. 15.000,-

 

Jam Buka Desa Wisata Sade

Jam Buka
Setiap Hari08.00 – 19.00 WITA

Lokasi dan Rute Desa Sade

Desa Adat Sade berada di Jalan Raya Sade, Rembitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ada beberapa alternatif jalur yang bisa Anda pilih untuk mencapai Desa Rambitan Sade. Anda bisa melakukan perjalanan darat setelah sampai di Lombok melalui jalur udara di Bandara Lombok Internasional.

Setibanya di Lombok, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan mengendarai mobil sewaan atau menggunakan transportasi umum. Anda dapat memilih bus dari Terminal Mandalika yang menuju Desa Rambitan Sade sebagai opsi transportasi umum.

Jika Anda berangkat dari Kota Mataram, lokasi Desa Sade tidaklah jauh, hanya berjarak sekitar 9 km dari Bandara Internasional Lombok Praya. Dengan jarak sekitar 40 km dari Kota Mataram, perjalanan Anda ke Desa Sade akan memakan waktu sekitar 60 menit.

Aktivitas & Spot Desa Sade

Berbagai pesona yang tersaji di Sade, Lombok, yang membuat tempat ini menjadi destinasi liburan yang tidak boleh Anda lewatkan. Beberapa hal yang membuat tempat ini begitu spesial antara lain: 

1. Rumah Adat Suku Sasak Ende

Sebuah representasi fisik dari kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Rumah tradisional ini dibangun dari bambu, baik untuk tiang maupun dinding. Atapnya ditutupi dengan alang-alang, sementara itu lantainya dilumuridengan kotoran sapi. Tampilan rumah adat Sade ini tentunya memberikan nuansa etnik dan autentik yang kuat.

Struktur arsitektural rumah ini dibagi menjadi tiga zona utama: tempat tidur laki-laki, tempat tidur perempuan, dan tempat kelahiran, mencerminkan struktur sosial dan peran gender dalam masyarakat Sasak.

Selain itu, ada juga variasi dalam jenis rumah di desa ini. Bale Kodong, misalnya, adalah rumah khusus untuk orang tua atau warga yang baru menikah. Sementara itu, Bale Bonter digunakan sebagai tempat bagi pejabat desa, dan Bale Tani adalah rumah tinggal umum bagi warga. Dengan demikian, rumah-rumah ini tidak hanya menunjukkan warisan budaya, tetapi juga struktur sosial dan hirarki dalam masyarakat Suku Sasak.

2. Pagelaran Atraksi Peresean

Peresean, atau yang juga dikenal sebagai Tari Perang, adalah salah satu tradisi budaya yang paling mendalam dan menarik dari Suku Sasak. Dalam pertunjukan ini, dua pemuda beradu keahlian dengan menggunakan penjalin, atau semacam pedang yang terbuat dari batang rotan, dan ende, sebuah tameng yang dibuat dari kulit kerbau tebal. Pertandingan ini bukan hanya sekedar tontonan, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan sejarah yang dalam.

Tarian ini memiliki latar belakang yang unik. Pada awalnya, Peresean dilakukan sebagai ritual untuk memanggil hujan di saat musim kemarau. Namun seiring waktu, fungsi tarian ini berubah menjadi hiburan bagi wisatawan yang berkunjung. Meskipun demikian, esensi dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tarian ini tetap dipertahankan, menjadikannya sebagai simbol kuat dari kekayaan budaya Suku Sasak.

3. Kain Tenun Khas Suku Sasak

Tradisi menenun adalah bagian integral dari kehidupan masyarakat Suku Sasak. Dalam adat mereka, dianggap bahwa seorang perempuan belum layak untuk menikah sampai dia bisa menenun. Ini menjadikan keahlian menenun sangat umum di kalangan wanita Sasak, dan mereka biasanya mulai belajar pada usia 7 hingga 10 tahun.

Kain songket yang dihasilkan dari proses menenun ini sangat terkenal. Dibuat dari benang sutera berwarna emas atau perak, kain ini memiliki motif unik yang mencerminkan estetika dan budaya Sasak. Meski harganya bisa dibilang mahal, namun hal ini mencerminkan kualitas dan nilai seni kain tersebut. Proses pembuatannya yang melibatkan tangan manusia dan bahan-bahan alami membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk menghasilkan tenun yang indah dan berkualitas. Kain songket Sasak ini menjadi pilihan oleh-oleh yang populer bagi para wisatawan yang mengunjungi Lombok.

4. Pohon Cinta

Desa ini memiliki daya tarik unik berupa pohon cinta yang berada di tengah-tengah perkampungan. Pohon nangka yang sudah berusia tua ini memiliki makna khusus bagi penduduk setempat. Bukan hanya sebagai tempat bertemunya sepasang kekasih, pohon ini juga menjadi bagian penting dalam ritual pernikahan mereka.

Menurut tradisi, calon mempelai pria akan ‘menculik’ calon istrinya dari bawah pohon ini saat upacara pernikahan. Ritual ini memberikan nuansa unik dan menarik bagi wisatawan yang berkunjung. Pohon cinta ini menjadi simbol dari keunikan dan keindahan budaya masyarakat desa ini, dan menjadi daya tarik wisata yang tidak boleh dilewatkan.

5. Aturan Adat yang Kental

Sebagai kampung adat, desa ini dikenal dengan adat istiadatnya yang masih sangat kuat. Untuk menjaga keharmonisan dan menghormati budaya setempat, terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Misalnya, pengunjung dilarang menggunakan celana yang panjangnya di atas lutut dan dilarang berteriak atau saling menyakiti sesama.

Jangan khawatir jika Anda tidak membawa celana panjang, karena desa ini menyediakan kain tenun yang bisa dipinjam untuk menutupi bagian lutut. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga sikap dan menghormati adat istiadat yang berlaku selama berada di sana. Adat istiadat ini bukan hanya menjadi bagian dari identitas desa, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya dan tradisi leluhur.

Tips Buat Kamu Yang Mau Berkunjung ke Desa Sade

Ketika Anda berencana mengunjungi Desa Sade di Lombok, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, menghormati adat dan tradisi setempat adalah hal yang sangat penting. Desa ini memiliki aturan-aturan tertentu, seperti pengunjung dilarang menggunakan celana yang panjangnya di atas lutut dan dilarang berteriak atau saling menyakiti sesama. Oleh karena itu, pastikan Anda mematuhi aturan tersebut untuk menjaga harmoni dan menghargai budaya lokal. Jika Anda lupa membawa celana panjang, jangan khawatir karena Anda bisa meminjam kain tenun yang disediakan oleh warga desa.
Kedua, manfaatkan kesempatan berkunjung ke Desa Sade untuk belajar lebih dalam tentang budaya dan tradisi Suku Sasak. Anda bisa melihat proses pembuatan kain tenun khas Sasak, mengunjungi ‘pohon cinta’, atau bahkan mengikuti upacara adat jika berkesempatan. Jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner khas Lombok dan membeli kain tenun sebagai oleh-oleh. Selalu ingat untuk berinteraksi dengan warga setempat dengan penuh rasa hormat dan kesopanan.

Berkunjung ke Desa Sade Lombok dengan Sewa Mobil di Naba Rent Car

Destinasi ini mencakup wilayah seluas tiga hektare, dan merupakan rumah bagi 152 kepala keluarga atau sekitar 700 orang. Apabila berkunjung, nantinya Anda dapat melihat-lihat keseharian warga Asli Suku Sasak. Tertariuntuk berkunjung? Jika iya, pertimbangkanlah untuk menggunakan layanan sewa mobil dari Naba Rent Car.

Dengan berbagai jenis kendaraan yang tersedia, mulai dari city car seperti Brio dan Raize, family car seperti Innova dan Rush, hingga mobil premium seperti Alphard dan Pajero, Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya perjalanan Anda. Bagi Anda yang berencana berwisata bersama rombongan, Naba Rent Car juga menyediakan Hiace dan Elf Long yang akan menambah kenyamanan perjalanan Anda.

Layanan sewa harian dari Naba Rent Car bisa sangat mendukung perjalanan Anda untuk menjelajahi Lombok. Anda bisa bebas berkeliling tanpa harus khawatir tentang transportasi. Naba Rent Car tidak hanya beroperasi di Lombok, tetapi juga di seluruh Indonesia, membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan transportasi Anda. Nikmati perjalanan yang bebas hambatan dan penuh kenyamanan dengan tambahan layanan driver di Naba Rent Car. Buatlah perjalanan Anda menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Call Us

WhatsApp / Call

Follow Us